Pecah Ban Sebabkan Kecelakaan Fatal, Pelajari Tips Ini Supaya Tak Berujung Maut

4 Langkah Mudah Menjaga Kabin Mobil Agar Tetap Dingin
July 16, 2020
4 Risiko Besar Mobil Lama Nganggur di Rumah
July 18, 2020

Rajatransit, rental mobil Balikpapan – Pecah Ban merupakan salah satu penyebab kecelakaan yang cukup fatal, terlebih jika kendaraan sedang melaju dalam kecepatan tinggi. Pecah ban menyebabkan pengemudi kesulitan mengendalikan kendaraan dan kerap memunculkan akibat paling buruk.

Ini bisa dilihat pada sebuah kecelakaan yang terekam kamera dasbor di Instagram @dashcam_owners_indonesia. Di sana terlihat ban mobil yang sedang melaju kencang hilang kendali dan menyeruduk kendaraan di depan hingga menyebabkan insiden fatal.

Tentunya bagi yang belum pernah mengalami situasi pecah ban saat melaju ini patut bersyukur. Agar tidak mengalami situasi seperti ini ada beberapa hal yang dapat dilakukan pengendara ketika ban mendadak pecah di jalan.

cek harga rental mobil balikpapan di sini

Instruktur Safety Driving dari Rifat Drive Labs, Erreza Hardian KJ merumuskan beberapa pelajaran yang dapat dipetik dari situasi ini. Pertama pengemudi perlu tetap tenang dan tidak panik.

“Kalau ditanya caranya mengendalikan mobil ketika berhadapan dengan situasi pecah ban maka itu simpel teorinya yaitu jangan panik. Tetap pertahankan posisi stir dan lakukan deselerasi (pengurangan kecepantan) secara bertahap sampai pada titik posisi aman untuk berhenti, tapi pada kondisi real dilapangan itu sangat tergantung dari keterampilan Pengemudi jenis dan tipe kendaraan (baik roda / fwd atau rwd) serta kondisi lingkungan tentunya,” ujar Reza kala dihubungi detikcom, Kamis (15/7/2020).

Hal lain yang perlu dicermati pengendara adalah antisipasi. Ada baiknya terlepas dari situasi ini, pengemudi tetap berkendara dengan aman misal tidak melaju dalam kecepatan tinggi.

cek harga rental mobil balikpapan di sini

“Jadi pola berpikirnya harus diubah dahulu bahwa ketika ban pecah bahayanya sangat banyak. Jadi jangan di vbalik karena sudah tau teorinya maka mengabaikan faktor antisipatifnya. Ketika pecah ban keseimbangan kendaraan akan terganggu apalagi di dalam konteks vidio di atas pada kecepatan tinggi pula (berjalan di kanan) sementara kendaraan lain di kiri dan konstan jaraknya,” lanjut Reza

Tidak hanya pada pengemudi, kondisi mobil saat dikendarai tentu tak dapat diabaikan. Dalam kasus di video ini rem dan berat kendaraan akan sangat berpengaruh. Pada situasi ini meski sudah menginjak rem, mobil tak dapat berhenti sempurna dan mengikuti momentum kecepatan dan bobot hingga akhirnya terjadi kecelakaan.

“Ketika sistem kemudi, rem dan faktor berat kendaraan tidak dalam keadaan baik, teori di atas juga tidak serta merta mudah dilakukan. Dengan kondisi fisik dan mental yang lelah tidak mungkin Pengemudi akan baik-baik saja ketika pecah ban atau pasti panik secara manusiawi. Orang panik pasti akan injak rem dan kemudi agar diputar ke kanan (dalam vidio di atas untuk menghindar mobil di kiri) tapi mobil karena kecepatan tinggi tetap meluncur sesuai arah momentumnya,” terang Reza.

cek harga rental mobil balikpapan di sini

Jenis penggerak mobil juga menentukan langkah selanjutnya yang perlu dilakukan oleh pengemudi. Mobil tersebut masih diuntungkan karena mobil berpenggerak roda depan dan ban yang pecah adalah ban belakang. Oleh karena itu kemudi dan traksi masih dapat dikuasai.

“Ertiga dengan berpenggerak roda depan diuntungkan dengan pecahnya ban belakang karena ban depan dengan daya putarnya tadi masih mampu menghasilkan traksi dengan jalanan hingga walau gagal bermanuver sesuai keinginan pengemudi akan tetap dapat arah gerak sesaat setelahnya (terlihat mobil berusaha mengambil arah kiri untuk menepi). Namun, ada risiko lain karena ternyata mobil di depanya tidak antisipatif dengan tetap jalan konstan, jarak minimum tidak tercapai makanya tetap terjadi crash,” papar Reza.

Reza melihat, pengemudi Ertiga sudah cukup baik meminimalisir dampak dari kecelakaan. Mobil sudah berusaha mengurangi kecepatan dan menepi ke kiri, tetapi tak siap dengan mobil di depan yang berada dalam kecepatan konstan.

“Tapi dari kejadian sepertinya tidak ada korban jiwa maka dapat dikatakan pengendalian risiko oleh si pengemudi telah dilakukan optimal. Kadang memang risiko tidak bisa dihilangkan tapi dikurangi. Ketika pengemudi ertiga tetap di kanan dia akan menaiki marka pembatas dan bisa saja menjadi terbalik dan mungkin lain ceritanya,” pungkasnya.

sumber: oto.detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hiace & Bus
×