Kota Berau Surga Para Diver di Kalimantan Timur

5 Alasan Kenapa Mobil Manual Masih Banyak Digemari
September 20, 2019
Jangan Panik, Begini Cara Menghadapi Rem Mobil Blong di Jalan
September 21, 2019

Rajatransit, Rental Mobil Balikpapan – Secara kasat mata Kalimantan Timur memang lebih dikenal dengan citra hutan rimba tropis dengan hewan-hewan primatanya dan hasil tambang dan minyak buminya. Tetapi ternyata di luar itu semua Kalimantan menyimpan sejuta potensi wisata yang tidak kalah indah dibandingkan dengan objek wisata di daerah lainnya.

Jumlah pantai di Kalimantan memang tidak banyak karena struktur tanahnya yang banyak di dominasi oleh gambut dan rawa-rawa dan pantainya yang banyak didominasi oleh lumpur dan hutan bakau. Tapi bukan berarti Kalimantan tidak menghadirkan pantai-pantai indah dengan pasir putih dan kuning keemasan yang berkilau, terdapat banyak pantai pantai indah yang terkenal di pulau Kalimantan.

Selain keindahan alam dan pantai Kalimantan juga menyimpan keindahan bawah laut dengan karang-karang dan ikan-ikannya yang menakjubkan.

Salah satu tempat indah itu adalah Kabupaten Kota Berau, sebuah kabupaten di Kalimantan Timur.

Sejarah Kota Berau

Kalimantan Timur selain memiliki kerajaan tertua di Indonesia yaitu Kutai Kertanegara, terdapat beberapa kerajaan-kerajaan yang juga pernah berjaya di beberapa dan tersebar di daerah-daerah.

Berau pada awal kemunculannya juga di ikuti oleh berdirinya sebuah kerajaan yaitu Kesutanan Berau. Kesultanan ini berdiri pada abad ke-14 bertempat di Sungai Lati. Menurut sejarah Sultan yang memimpin Kesultanan Berau yang pertama adalah Baddit Dipattung yang bergelar Aji Raden Surya Nata Kesuma.

Dengan keadilan dan kekuasaanya Sultan Baddit Dipattung dapat menyatukan wilayah-wilayah di berau pada saat itu. Kemudian wilayah-wilayah itu dibagi menjadi 5 (lima) bagian yang disebut Banua.

  1. Banua Merancang
  2. Banua Pantai
  3. Banua Kuran
  4. Banua Rantau Buyut
  5. Banua Rantau Sewakung

Agama Islam masuk ke berau dibawa oleh Imam Sambuyan sekitar abad ke-17. Perkembangan Islam berpusat di daerah Sukan.

Belanda berkedok sebagai pedagang (VOC) masuk pada abad ke-18 dan mulai melancarkan politik De Vide Et Impera (politik adu domba) sehingga kesultanan beraupun terpecah menjadi 2 yaitu:

  1. Kesultanan Sambaliung, dipimpin pertama kali oleh Sultan Raja Alam bergelar Alimuddin.
  2. Kesultanan Gunung Tabur, dipimpin pertama kali oleh Sultan Muhammad Zainal Abidin.

Kesultanan Berau berubah menjadi Daerah Istimewa Berau pada tahun 1953. Sultan Muhammad Aminuddin menjadi kepala daerah yang pertama.

Selanjutnya pada tahun 1959 Daerah Istimewa Berau berubah menjadi Pemerintahan Dati II Kabupaten Berau dengan ibu kota Tanjung Redeb.

sumber: getborneo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hiace & Bus
× Ada yang bisa kami bantu ?