Jangan Tertipu, Ini Tips Cek Keaslian Odometer Mobil Bekas

Tips Naik Bus Malam agar Bisa Tidur Nyenyak
September 28, 2019
5 Tips Menghadapi Jadwal Penerbangan yang Batal atau Terlambat
October 7, 2019

Rajatransit, Rental Mobil Balikpapan – Bagi sebagian orang, membeli mobil bekas justru lebih menguntungkan daripada membeli mobil baru. Tetapi, sebelum benar-benar membelinya, Anda harus memastikan bahwa kondisi mobil tersebut masih bagus dan bernilai untuk digunakan.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengecek kondisi mobil, salah satunya adalah dengan melihat jarak tempuhnya di odometer.

Sebagai informasi, odometer adalah alat yang berguna untuk menampilkan jarak kendaraan dan tidak jarang dijadikan sebagai patokan ketika ingin mengganti oli. Ada dua jenis odometer, yaitu odometer analog (mekanik) dan digital (elektronik).

Tetapi, saat mengecek odometer, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memastikan keasliannya. Pasalnya, ada sebagian pedagang yang berlaku curang dengan cara menurunkan angka odometer, agar pembeli tertipu saat melihatnya.

Cara memastikan keaslian odometer mobil bekas adalah sebagai berikut.

Terdapat goresan-goresan di instrumen cluster

Cara yang sering digunakan oleh para “pedagang nakal” adalah dengan membuka instrumen cluster dan memutar angka di odometer untuk menurunkan angkanya. Jadi, informasi yang diberikan odometer mengenai jarak tempuh lebih sedikit dibandingkan yang seharusnya.

Untuk menurunkan angka, mereka harus membongkar instrumen cluster. Oleh karena itu, tidak jarang terdapat goresan atau lecet bekas pembongkaran.

Apabila hal tersebut terjadi pada Anda, ada baiknya untuk menanyakan kepada penjual, apa penyebab dari goresan itu. Bila jawabannya dirasa kurang meyakinkan, Anda bisa mencari mobil lain yang mungkin memiliki kualitas lebih baik.

Namun, kasus ini hanya terjadi pada mobil jadul yang memiliki odometer analog, bukan di mobil modern seperti sekarang, yang sudah menggunakan instrumen cluster digital.

Walaupun begitu, pedagang nakal ternyata masih bisa memainkan angka odometer di instrumen digital. Bedanya adalah pada tingkat kesulitannya, dimana mobil-mobil modern sudah menggunakan software pada ECU, sehingga sulit untuk melakukan kecurangan angka di odometer.

Memeriksa buku servis mobil

Kondisi fisik mobil bisa juga menjadi salah satu acuan untuk mengecek odometer. Mobil yang jarang dipakai pasti memiliki angka odometer yang rendah. Dengan melihat kondisi fisik mobil, Anda bisa memperkirakan apakah mobil tersebut sering digunakan atau tidak.

Anda bisa melihat kondisi interior maupun eksterior, seperti kerapihan dashboard, sarung jok, cat mobil, kaki-kaki, dan lain sebagainya. Rata-rata, mobil yang jarang dipakai kondisinya masih terllihat prima dan segar, apalagi setelah dicuci.

Ban mobil

Selanjutnya adalah melihat tapak ban mobil. Tetapi sebelumnya, pastikan bahwa mobil masih menggunakan ban bawaan pabrikan. Mobil yang jarang dipakai biasanya masih memiliki kembang atau groove ban yang bagus.

Bila ban mobil masih dalam kondisi bagus dan layak pakai, Anda tidak perlu curiga dengan angka odometer yang rendah. Kecuali, kondisi ban sudah botak tetapi angka odometer masih rendah, Anda layak mencurigainya.

Tahun pembuatan

Terakhir adalah dengan cara melihat tahun pembuatan mobil. Rata-rata, mobil yang dipakai harian akan menempuh jarak 15 ribu sampai 20 ribu kilometer per tahun. Otomatis, odometer akan menunjukkan angka yang sama dengan jarak tempuh mobil.

Jika odometer mobil jauh lebih rendah dari jarak yang seharusnya, pastikan bahwa jarak yang tertera memang benar dengan menanyakannya kepada penjual.

Memang, ketika membeli mobil bekas, Anda harus teliti memeriksa keseluruhan bagian mobil, termasuk memasitkan keaslian jarak tempuh di odometer. Bila perlu, datanglah bersama teman atau montir yang mengerti tentang mobil ke tempat penjual.

Sumber: seva.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hiace & Bus
× Ada yang bisa kami bantu ?